Dalam tulisan ini saya hanya ingin kembali mengingatkan khususnya untuk diri sendiri bahwa manusia terlahir kedunia ini sebagai pemimpin. Seperti yang kita tahu dalam Al-Quran surat Al-baqarah ayat 30 bahwa Allah menjadikan manusia sebagai pemimpin di dunia ini dengan sederet tugasnya sebagai hamba.
Poin yang ingin saya tekankan kali ini adalah mengenai kepemimpinan.
Pada dasarnya semua manusia dibekali kemampuan untuk memimpin minimalnya untuk diri sendiri. Nah, dari hal mendasar tersebut saya sendiri yakin bahwa sebenarnya semua manusia itu juga bisa untuk memimpin orang lain.
Dalam kejadian paling sederhana, misal di lingkungan sekolah mungkin kebanyakan siswa enggan untuk mendaftarkan diri menjadi pemimpin baik itu di kelas atau organisasi yang ada di sekolahnya. Tapi, dalam hatinya pasti sebenarnya ada kemauan atau keinginan untuk bisa memimpin orang lain karena bagaimanapun itulah sifat dasar manusia yang terlahir sebagai pemimpin.
Sebenarnya mereka bukan tidak mau untuk menjadi pemimpin tapi kadang rasa takut untuk memimpin lebih menguasai dibanding keinginan untuk menjadi pemimpin yang akhirnya keinginan itu terkubur dan memilih mundur atau diam dan dipimpin orang lain. Cobalah hilangkan ketakutan itu dan yakinlah bahwa kamu bisa menjadi pemimpin yang baik untuk diri sendiri dan orang lain.
Mereka yang kemudian tampil sebagai pemimpin ini sebenarnya punya ketakutan yang sama dengan kebanyakan orang, entah itu dari diri sendiri atau pengaruh orang luar. Tapi, mereka ini mampu mengelola keinginan dan ketakutannya sehingga naluri kepemimpinannya ini bisa mengungguli.
Percayalah, sebenarnya setiap dari kita mampu menjadi pemimpin tinggal belajar bagaimana caranya mengelola kemampuan itu sehingga bisa menjadi pemimin yang baik.
Sedikit berbagi pengalaman pribadi, sebenarnya dulu pun ketika masih duduk di bangku menengah pertama saya punya keinginan untuk bisa memimpin karena bagaimanapun kita bisa menempati posisi yang berpengaruh dan memberikan dampak bagi orang banyak. Dari sana kita bisa berbuat dan menebar manfaat, bukankah begitu.
Tapi tentu saja sebagai junior dan bocah saya juga masih merasa malu untuk mengungkapkan keinginan untuk menjadi pemimpin itu. Dan dari pengalaman ini juga saya bisa melihat sebenarnya semua calon pemimpin organisasi di sekolah yang mengatakan tidak mau jadi pemimpin, mereka sebenarnya mau hanya saja dihantui ketakutan jika nanti menjadi seorang pemimpin. Seperti mungkin mendapat pujian menjatuhkan dari orang banyak, komentar dari dewan guru dan sebagainya.
Naluri manusia sebagai pemimpin itu tidak bisa dihindarkan, perasaan itu akan terus ada dalam diri seseorang. Coba saja tanya sama diri sendiri.
Bukti simple dan nyatanya adalah kamu pastinya ingin menjadi orang yang punya pengaruh untuk orang lain dengan pekerjaan apapun yang kamu inginkan.
Jangan coba membohongi diri sendiri bahwa kamu sebenarnya ingin memimpin karena pun kita semua terlahir ke dunia ini sebagai pemimpin.
Semakin kesini saya belajar mengenai hal tersebut. Okeh, kenapa harus malu mengakui kalo sebenanya saya ingin menjadi pemimpin. Dengan begitu akan menambah rasa percaya diri dan keyakinan untuk bisa menjadi seorang pemimpin.
Semua orang berhak memilih dia ingin menjadi seorang pemimpin yang bagaimana. Saya pribadi mencoba mengenali berbagai kriteria jenis kepemimpinan yang pernah dikemukakan banyak tokoh. Bagaimana menentukan sikap dan pengambilan keputusan dan lain sebagainya, sampai akhirnya saya menemukan jenis kepemimpinan yang cocok.
Tipe kepemimpinan dan kesuksesannya tidak bisa dibanding-bandingkan karena semuanya berhak memilih akan memimpin seperti apa. Bukankah inti dari mempin adalah mendorong dan membawa yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan bersama.
Tolonglah jangan kita samakan dengan berbagai kasus kepemimpinan yang gagal, karena kita ini terlahir untuk menjadi pemimpin yang adil dan bijak, bertanggung jawab dan tidak lalai atas posisi kepemimpinan yang kita dapatkan.
So, percayalah bahwa kamu adalah pemimpin dan bisa memimpin orang lain. Jika sampai saat ini belum bisa memimpin orang lain, setidaknya belajarlah menjadi pemimpin yang baik untuk diri sendiri sambil mengumpulkan mental untuk bisa memimpin orang lain karena hal tersebut adalah kemampuan dasar yang dimiliki semua manusia sebagai anugerah dari Allah.
Dan perlu diingat juga bahwa pemimpin bukan berarti ketua, boss atau orang nomor satu. Di manapun posisimu, di sanalah kamu menjadi seorang pemimpin.
Bener, terkadang aku ga pede kalo harus mimpin wkwk
ReplyDeleteSama-sama belajar untuk menjadi seorang pemimpin
Deletebaru mampir baca, mau scroll down hehe semangat Salma
ReplyDeleteYang sering aja mampirnya ha hehee. Iya makasih wangi tinta
DeleteKeren...
ReplyDeleteSemangat terus...
iya terimakasih, semoga bermanfaat
DeleteKeren...
ReplyDeleteSemangat terus...
iya terimakasih
DeleteThe best ❤
ReplyDeleteTerkesima ihh ceu
ReplyDeleteAamiin, haturnuhun ceu
DeleteKak kalo mau mengisi pemdaftarannya kayak visi organisasi dll itu oakai bahasa apa kak?
ReplyDeletemaaf sebelumnya, maksudnya pendaftaran apa yaa? saya gagal paham ni hhee
DeleteWah kita sama ya kk kepribadiannya INTJ..... hehe
ReplyDeleteTerima kasih atas sharing pengalamannya,
Doakan kami yang akan ikut YTB tahun depan kk, semoga sukses selalu....