Coba Berhenti Sekali Aja

Image
Tidak Ada batasan I Have my Own Timeline And You Have Yours di umur yang sekarang, seberapa sering ngebandingin hidup sendiri sama kehidupan orang lain? mau sampai kapan kita terus terperangkap dalam jebakan-jebakan hubungan sosial macam ini ga capek, selalu menjadi variabel dependen dalam penelitian kuantitatif untuk dibeberkan perbandingan-perbandingannya? Please STOP! kita lahir di waktu dan tempat yang berbeda kelak, kita mati di waktu dan tempat yang berbeda pula kalo sama? its just a part of the art of life soal proses, kita punya cara dan jalan masing-masing Ketika ada yang sukses dan ingin mencapai titik kesuksesan yang sama, kita berada pada titik start yang berbeda, maka prosesnya juga beda, step by stepnya, mile stonenya, and others Menjalani hidup sebagai orang dewasa memang tidak mudah, lebih mudah melihat orang lain daripada menjalani kehidupan sendiri, rasanya. Tulisan ini masih akan berlanjut, I'll be back for my self and you can read it or share to others

Salah Fokus Maka Mari Kembali



Hai guys lama ya  gak nyapa kalian ya walapun aku juga tai blog ini sepi tapi setidaknya aku merasa punya tanggung jawab untuk mengurus blog pribadi ini, aku yang bangun maka aku yang akan merawat dan menjaganya karena harapan aku cuman buat blog ini bermanfaat buat siapa aja yang mau meluangkan waktunya untuk mampir sebentar dan membaca ocehan aku yang suka gajelas kadang.

Baiklah, kalau ada yang meminta alasan kenapa blog ini beberapa bulan kebelakang ini tidak muncul lagi maka aku pikir alasan itu pasti ada tapi di sini aku bukan untuk menjelaskan bagaimana alasan itu bisa membenarkan sikapku karena bagaimanapun menurut hati nurani ini, menelantarkan dan membiarkan blog ini begitu aja itu salah. Dan aku meminta maaf akan hal itu

Lagipula terkadang pertanyaan kenapa itu ada karena yang bertanya sudah tau jawaban dari kenapa itu sendiri, apalagi kalian yang dari awal baca blog aku, pasti tau lah aku siapa dan aku itu kek gimana. aku bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.

Oke, kita balik ke masalah blog. Kali ini aku ingin meluruskan niat dan memperkuat tekad untuk bisa menjaga semangat dalam menjalankan aktivitas sebagai blogger gajelas, yaa kalo ada orang menamakan dirinya travel blogger atau apalah lain sebagainya maka aku adalah blogger gajelas, karena kadang teman yang aku bawakan juga kan gajelas.

For me, apapun yang aku rasa perlu untuk ditukis di sini maka aku tulis, entah itu ada yang baca atau enggak itu urusan nanti terpenting aku sudah berusaha untuk menulis. Karena hal wajib dilakukan oleh orang yang mau jadi penulis itu yan nulism apapun itu jenis tulisannya just write it, so here me are, nulis apapun yang ada dalam pikiran aku dan tangan aku mau untuk menarikannya di atas papan keyboard.

Lanjut ya guys, kalo kali ini aku lagi pengen berbagi satu hal yang selama ini kabur dari perhatian aku, bukan karena orang lain tapi karena aku sendiri yang terlalu melupakan isu itu dan disibukkan dengan hal-hal yang bisa membuat aku terlena dan melupakan hal penting yang aku bilang tadi.

Apakah itu?

Palestina

Ya, harusnya sejak awal aku baligh aku udah bisa fokus sama palestina hanya saja sayangnya aku disibukkan dengan banyak hal lain yang akhirnya membuat aku lupa seutuhnya dengan mereka, saudara seiman seislam yang aku gatau harus dengan kata apa menggambarkan keadaan mereka setiap harinya yang pasti seharusnya aku bisa bersyukur banget dengan keadaan aku yang eeenaaak buaaangets, sunpah deh.

Oke, aku emang ga pernah ke sana, aku ga pernah mendengar langsung bunyi bom dan ledakan semacamnya. Tapi, dari berbagai cerita yang aku dapatkan dari orang-orang yang pernah pergi ke sana bahkan ada yang benar-benar berjuang di sana hingga hari ini, hati aku merasa teriris dan iba sama mereka.

Terus kenapa aku di sini yang keadannya enak masih aja mengeluh dengan keadaan ini. Bukankah sepatutunya aku bersyukur atas nikmat ini?

Walaupun kita tahu bahwa perang itu tidak akan berakhir hingga hari akhir, tidakkah kita bisa mengambil banyak pelajaran yang bisa diambil dari keadaan ini. Perang, kelaparan, kesakitan, ketidak adilan dan berbagai isu lain yang sungguh sangat memprihatinkan dan seharusnya bisa diperbaiki ini dengan selalu menyukuri apa yang kita dapatkan hingga saat ini.

Aku ngerasa menjadi orang yang sangat dan paling bodoh jika aku tidak bisa berbuat sesuatu untuk saudara aku yang ada di sana. Maka, aku memutuskan untuk bisa berbuat sesuat meski sampai saat ini belum bisa terealisasi, but I hope sometimes I can do some thing for them Amen.

Aku juga merasa menjadi orang yang sangat dan paling sombong jika aku ga bisa meluangkan waktu aku untuk memikirkan bagaimana nasib mereka saat ini.

Jika kita bertanya mengapa Palestina? Maka jawabnya singkat saja, ialah karena palestina jika dunia ini diibartkan sebuah burung makan Palestina adalah jantungnya, dan siapa yang bisa menguasainya maka bisa menguasai seluruh dari dunia ini. Dan seperti kita tahu, kalo di tanah palestina terdapat tempat suci bagi tiga agama samawi yang ada di dunia ini yakni Islam, Yahudi dan Nasrani.


Apakah sudah cukup jelas? Saya harap belum, silakan cari referensi lain yang kredibilitasnya diakui.

Aku mungkin gabisa menjelaskan panjang lebar tentang Palestina, tapi intinya adalah bahwa di sini aku cuman pengen bisa lebih fokus sama Palestina dan gak lagi terlena dengan keadaan dunia ini yang coba mengalihkan perhatian aku dari apa yang seharusnya aku perhatiin yaitu Palestina.

Baiklah kawan, mungkin sampe sini aja dulu tulisan aku kali ini karena ini aku udah mulai ngantuk dan semoga di lain kesempatan aku bisa berbagi lagi tulisanku ini sama kalian semua.

Ga lupa juga aku ucapin terimakasih karena kalian udah mau baca blog aku ini sampe akhir, semoga ada pelajaran yang bisa kalian ambil dan aku selalu menerima masukan serta saran dari kalian atau barangkali ada yang meminta aku untuk melakukan survei, insyaallah aku siap membantu.

Stay tuned ya, sampai jumpa di tulisan selanjurnya

Comments

Popular posts from this blog

Resensi Buku | Aku Mendengarmu, Istanbul

Coba Berhenti Sekali Aja

Writer's Block : Antara Kenyataan dan Pembenaran [ sebuah pengakuan dosa ]