Coba Berhenti Sekali Aja

Image
Tidak Ada batasan I Have my Own Timeline And You Have Yours di umur yang sekarang, seberapa sering ngebandingin hidup sendiri sama kehidupan orang lain? mau sampai kapan kita terus terperangkap dalam jebakan-jebakan hubungan sosial macam ini ga capek, selalu menjadi variabel dependen dalam penelitian kuantitatif untuk dibeberkan perbandingan-perbandingannya? Please STOP! kita lahir di waktu dan tempat yang berbeda kelak, kita mati di waktu dan tempat yang berbeda pula kalo sama? its just a part of the art of life soal proses, kita punya cara dan jalan masing-masing Ketika ada yang sukses dan ingin mencapai titik kesuksesan yang sama, kita berada pada titik start yang berbeda, maka prosesnya juga beda, step by stepnya, mile stonenya, and others Menjalani hidup sebagai orang dewasa memang tidak mudah, lebih mudah melihat orang lain daripada menjalani kehidupan sendiri, rasanya. Tulisan ini masih akan berlanjut, I'll be back for my self and you can read it or share to others

Dear My mate





Aku mencintaimu sepenuh hati karena Alloh menciptakan engkau sebagai pelindungku yang akan memimpin, membimbing, mengajari, mengayomi, mengasihi, menafkahi, menyayangi, mencintai dan terus bersamaku dalam satu ikatan halal yang diridho-Nya.

Dari hari ini aku ingin bercerita bahwa aku bukanlah wanita yang baik seperti yang kau idamkan. Aku penuh dosa dan sering bermaksiat, ini benar. Pernah menjalani hubungan yang tak seharusnya aku lakukan, dilarang Tuhan. Aku melanggar syari'at, berpacaran.

Aku mengaku salah pernah memberikan rasa cinta yang seharusnya milikmu untuk orang lain, aku bersumpah hanya pernah dan tidak akan mengulangi untuk yang kedua kalinya. Bukan karenamu aku seperti ini, karena Alloh ciptakan aku sebagai pendampingmu dan kekasihmu untuk memberikan yang aku miliki hanya untukmu, dan itu hak mu.

Kau tak perlu khawatir dengan keadaanku sekarang, aku berada dalam penantian tanpa pacaran dengan penuh harapan dan keyakinan akan dirimu yang aku nantikan.

Aku percaya selama aku menegakkan syari'at tanpa maksiat untuk menunggumu, kau pun begitu. Menjaga hati, menundukkan pandangan dan terus melakukan perbaikan dengan ilmu dan amalan.

Tak perlu merusak diri dengan cinta yang palsu dari setan-setan berparas menawan dan menggoda hati. STOP, aku tak mau dan tak akan pernah lagi pacaran.

Kau tak perlu risau wahai calon imamku, aku masih terjaga, dan hakmu akan selalu aku jaga sampai perjodohan Tuhan tiba.

Aku mencintaimu (padahal aku gak tahu kamu kayak apa, semoga aja ganteng, mapan, printer, hafidz dan pastinya soleh. Aamiin)

Do'anya agak maksa, tapi emang harusnya kayak gitu siih. Gak papa kalo maksa mintanya sama Alloh dan itu baik. Alloh kan maha pemurah lagi maha penyayang, gak kayak mantan yang maha jahat dan maha modus penuh kekejaman.

Comments

Popular posts from this blog

Resensi Buku | Aku Mendengarmu, Istanbul

Coba Berhenti Sekali Aja

Writer's Block : Antara Kenyataan dan Pembenaran [ sebuah pengakuan dosa ]