Coba Berhenti Sekali Aja

Image
Tidak Ada batasan I Have my Own Timeline And You Have Yours di umur yang sekarang, seberapa sering ngebandingin hidup sendiri sama kehidupan orang lain? mau sampai kapan kita terus terperangkap dalam jebakan-jebakan hubungan sosial macam ini ga capek, selalu menjadi variabel dependen dalam penelitian kuantitatif untuk dibeberkan perbandingan-perbandingannya? Please STOP! kita lahir di waktu dan tempat yang berbeda kelak, kita mati di waktu dan tempat yang berbeda pula kalo sama? its just a part of the art of life soal proses, kita punya cara dan jalan masing-masing Ketika ada yang sukses dan ingin mencapai titik kesuksesan yang sama, kita berada pada titik start yang berbeda, maka prosesnya juga beda, step by stepnya, mile stonenya, and others Menjalani hidup sebagai orang dewasa memang tidak mudah, lebih mudah melihat orang lain daripada menjalani kehidupan sendiri, rasanya. Tulisan ini masih akan berlanjut, I'll be back for my self and you can read it or share to others

This is my choeses

Banyak orang yang bilang kalo hidup adalah pilihan, so gue juga berarti harus memilih dong dari berbagai hal yang datang menjemput hidup gue untuk jadi seperti apa. Karena pilihan gue akan menjadi sejarah dalam hidup gue.

This is Me


Kalo gue pernah memilih untuk nyoba narkoba misalkan, berarti dalam sejarah gue akan tercatat dengan otomatis kalo gue ini pernah menjadi pengguna narkoba dan artinya hidup gue tercoreng dengan hal yang buruk.

So, pilihlah pilihan yang baik.

Gue cuman mau bilang kalo gue adalah seorang santri, gue tidak pernah malu mengakui  kalo gue adalah santri karena sampe kapanpun identitas itu akan selalu melekat dalam diri gue.
Justru akan sangat merasa bersalah kalo gue gak jadi santri karena gue dilahirkan dari keluarga santri dan dimana abi gue adlah seorang kyai. Jadi pasti pahit banget kalo sampe gue nanti yang gak diakui jadi anak almarhum abi.

Bahasa adalah pengantar berkomunikasi, sejak kecil gue diajarin berbagai bahasa dan sehari-hari gue pake bahasa sunda.
Alasan kenapa gue memilih lo gue karena ini menurut gue adalah cara untuk bergaul dengan sasaran gue, kids zaman now. Gue ingin bahasa yang gue pake lebih enjoy dan friendly. Kaku benget kalo pake saya, anda, kayak orang tua aja dehh, terlalu resmi bahasanya. Lagipula kan lo gue adalah bahasa gaul aku kamu, kalo misal pake aku kamu tuh kayaknya gimana yaa, kayaknya blog gue kurang enak aja gitu.

Banyak hal yang harus gue pilih. misal, dimana gue harus belajar alias sekolah atau mungkin lebih tepatnya kalo sekarang kemana gue harus lanjut kuliah, dan itu adalah hal yang penting. dalam hal ini, gue perlu mempertimbangkan efek dan resiko yang nanti bakal gue terima, gue juga harus bisa dengerin nasihat orangtua, guru, temen gue juga. gimanapun mereka menjadi bagian dalam hidup gue yang harus gue perhatiin.
intinya kalo gue mau milih sesuatu pasti butuh waktu yang lamaaa banget dah. eggak tau kenapa tapi inilah cara memilih gue 😎😎


salam SADDIS

See you

Comments

Popular posts from this blog

Resensi Buku | Aku Mendengarmu, Istanbul

Coba Berhenti Sekali Aja

Writer's Block : Antara Kenyataan dan Pembenaran [ sebuah pengakuan dosa ]